|
Ditulis oleh webmaster
|
|
Sabtu, 20 Desember 2008 00:21 |
|
Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) meluncurkan program buku murah dengan nama Buku Sekolah Elektronik. Buku ini bisa dicetak sendiri dan diperbanyak karena hak ciptanya sudah dibayar Depdiknas. Peluncuran proggram ini dilakukan Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo di Jakarta hari ini. Perwakilan Disdik provinsi se-Indonesia turut hadir dalam peluncuran program Buku Sekolah Elektronik ini. Buku Elektronik atau buku murah ini merupakan buku dengan standar kelayakan yang direkomendasikan BNNP. Buku ini dalam bentuk cakram padat (CD) atau file yang bisa digandakan atau dicetak. Program buku murah elektronik ini sekaligus membuka peluang bisnis bagi siapa saja untuk menggandakan dan memperdagangkannya. Proyeksi keuntungan mencapai 15 persen dengan ketentuan yang diberikan Depdiknas. File Buku Sekolah Elektronik juga bisa diperoleh melalui internet di situs bse.depdiknas.go.id. Hingga saat ini sudah 49 judul buku pelajaran yang bisa diakses, yang terdiri dari pelajaran SD, SMP dan SMA. Program ini sekaligus mewujudkan keinginan banyak pihak tentang bukun pelajaran yang terjangkau. Sumber: www.metrotvnews.com |
|
Ditulis oleh webmaster
|
|
Sabtu, 20 Desember 2008 00:20 |
|
Untuk memuluskan program belajar sembilan tahun, pemerintah membuat terobosan baru dengan meluncurkan buku sekolah elektronik (BSE) yang bisa di download siswa secara gratis. Layaknya perkuliahan, siswa SD dan SMP dapat belajar menggunakan proyektor. Ada 200 buku yang disiapkan Departemen Pendidikan Nasional (Depdikdas) pada Agustus mendatang. Demi terobosan baru ini, Depdiknas harus mengeluarkan kocek cukup dalam untuk membeli 200 hak cipta buku sekolah yang dinyatakan layak Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Yang memudahkan dari BSE, setiap murid atau orangtua siswa dapat men-download buku tersebut melalui website http://bse.depdiknas.go.id/. Sehingga tidak perlu repot membeli buku dengan harga mahal di toko-toko buku.
|
|
Selanjutnya...
|